Kamis, 04 September 2014

Ini Dia 5 Jalur Kereta Api Wisata di Indonesia

Jalur kereta api pertama di Indonesia, dibangun pada 1864 oleh pemerintah Hindia Belanda. Setelah 148 tahun berlalu, masih tersisa 5 jalur kereta kuno berlokomotif uap untuk Anda kini berwisata.

Jalur kereta api pertama adalah hasil pemikiran Mr LAJ Baron Sloet van en Beele. Jalurnya menghubungkan Semarang dan Surakarta, membentang sepanjang 110 km. Semenjak itu, pembuatan jalur kereta api berkembang pesat antara tahun 1864-1900.

Pembuatan jalur kereta api tersebut tak hanya terfokus pada Pulau Jawa, tapi juga Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), juga Sulawesi (1923). Pada masa-masa itu, kereta api menjadi alat transportasi utama. Bahkan beberapa kereta api hanya bisa dinaiki oleh orang-orang terpandang.

Namun, seiring modernisasi yang merambah negeri kita tercinta, posisi kereta api uap digantikan oleh kereta listrik. Ini berarti tak ada lagi kereta kuno, tak ada lokomotif uap, dan kereta api uap hanyalah sejarah.

Tapi jangan kuatir, pemerintah di beberapa daerah tetap memelihara jalur kereta api ini. Anda bisa menyusuri jalur bersejarah ini menggunakan kereta api kuno yang dirawat dengan baik. Wisata kereta bisa Anda nikmati di berbagai wilayah Indonesia!

1. Sawahlunto - Muara Kalaban (Sumatera Barat)
Mak Itam adalah lokomotif yang dulu digunakan untuk mengangkut batu bara. Tubuhnya buatan pabrik Esslingen (Jerman) tahun 1966. Lokomotif uap ini menarik sebuah kereta penumpang berdinding kayu, namun berkonsep terbuka seperti kereta wisata di perkotaan.

Dua dari tujuh kilometer akan Anda lewati di terowongan yang disebut Lubang Kalam. Dengkingan asap dan suara lokomotif uap akan memenuhi telinga Anda ketika melewati terowongan!

Mak Itam beroperasi dua kali sehari. Khusus turis lokal, kereta ini hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu. Sedangkan, turis mancanegara bisa menikmati perjalanan dengan Mak Itam mulai hari Senin hingga Jumat.

2. Padang Panjang - Sawahlunto (Sumatera Barat)
Kali ini, Anda akan dibawa menyusuri tiga jam perjalanan menggunakan kereta api diesel kuno. Kereta wisata ini dilengkapi kelas eksekutif dan bisnis. Sepanjang perjalanan, Anda akan melewati panorama memukau khas Sumatera Barat termasuk Danau Singkarak yang terkenal indah!

Kereta ini hanya beroperasi di hari Minggu dan hari libur nasional. Anda bisa memilih jam keberangkatan dari kedua titik destinasi. Kereta ini berangkat dari Sawahlunto pukul 11.00 & 12.40 WIB, serta dari Muara Kalaban pukul 11.50 & 11.30 WIB.

3. Depo Lokomotif Perhutani - Gubug Payung (Cepu, Jawa Tengah)
Anda akan diajak untuk menikmati keindahan di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kereta api buatan Jerman tahun 1928 ini akan membawa Anda melewati hamparan hutan jati yang berusia ratusan tahun.

Sepanjang 30 menit perjalanan, mata Anda akan dimanjakan dengan sungai, ladang, serta pabrik gula Olean yang terkenal. Jalurnya dibuat pada 1915, namun masih terawat dan aman untuk dilewati. Tak hanya wisatawan domestik yang menikmati perjalanan kereta ini, tapi juga wisatawan mancanegara seperti Eropa, AS, dan Jepang. Jika beruntung, akan ada pertunjukan seni lokal yang menghibur Anda langsung di dalam kereta!

4. Kota Padang - Pariaman PP (Sumatera Barat)
Kereta kuno ini beroperasi mulai Senin hingga Sabtu. Anda bisa memilih akan berangkat dari Padang pukul 06.00 atau dari Pariaman pukul 08.30 WIB. Namun bersiaplah, karena Anda akan menghabiskan 2,5 jam perjalanan di dalam kereta ekonomi.

Mungkin ini adalah satu dari segelintir kereta kuno yang masih menjadi alat transportasi umum. Oleh karena itu, kereta ini seringkali dipenuhi oleh masyarakat, dan sifat ekonominya sangat terasa lewat banyaknya pedagang asongan yang hilir mudik di dalamnya.

Sepanjang perjalanan Anda akan melewati beberapa stasiun kecil seperti Duku, Pasar Usang, Tabing, Kayutanam, dan Lubuk Alung. Stasiun-stasiun ini sangat cantik dalam bingkai kamera karena struktur kolonialnya masih sangat terasa. Selain itu, Anda juga bisa langsung mengunjungi Pantai Pariaman yang terletak dekat dengan Stasiun Pariaman.

5. Stasiun Ambarawa - Stasiun Kereta Bedono (Jawa Tengah)
Wisata kereta api di Ambarawa mungkin adalah yang paling terkenal. Keberadaannya diakui sebagai salah satu wisata kereta paling digemari di dunia. Kereta uap ini berbahan bakar kayu jati dengan bunyi mesin yang kencang.

Yang unik dari kereta api di Ambarawa adalah jalurnya yang bergerigi. Dibuat seperti itu karena tujuannya adalah Stasiun Kereta Bedono, yang posisinya lebih tinggi dari Stasiun Ambarawa. Sembilan kilometer ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Pemadangannya luar biasa eksotis, khas daerah pegunungan di Jawa. Persawahan, perkebunan, bahkan Gunung Merbabu dapat Anda lihat dari kejauhan.

Di tengah perjalanan menuju Stasiun Bedono, Anda akan singgah di Stasiun Jambu untuk pemindahan lokomotif ke belakang gerbong. Hal ini dilakukan agar lokomotif bisa mendorong kereta hingga nanti tiba di stasiun tujuan. Selain mengganti posisi lokomotif, kereta juga akan berhenti beberapa kali untuk me Kereta api uap di Ambarawa.

sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12906144
Selengkapnya...

Rabu, 03 September 2014

Kriteria Penilaian UMY Blog Contest

Penilaian

Komponen penilaian adalah sebagai berikut:
  1. Jumlah halaman (H) yang terindeks oleh mesin pencari Yahoo dan Bing, bobot 30%
  2. Jumlah link eksternal (backlink) ke blog (L) , bobot 40%
  3. Posisi blog di halaman hasil pencarian Google (K), bobot 30%
Penjelasan masing-masing komponen penilaian adalah sebagai berikut :

1. Jumlah halaman (H)

Jumlah halaman akan dihitung dari jumlah halaman blog yang terindeks oleh:
a. Mesin pencari Yahoo! dengan rumus: site:nama.staff.umy.ac.id atau site:blog.umy.ac.id/nama
Jumlah halaman yahoo yang diperoleh dibagi dengan jumlah halaman yahoo terbanyak diantara blog peserta menjadi nilai jumlah halaman yahoo (Y).
b. Mesin Pencari Bing dengan rumus: site:nama.staff.umy.ac.id atau site:blog.umy.ac.id/nama
Jumlah halaman bing yang diperoleh dibagi dengan jumlah halaman bing terbanyak diantara blog peserta menjadi nilai jumlah halaman bing (B). Nilai Y dan nilai B dirata-rata digunakan sebagai nilai jumlah halaman (H)
Tips:  Jumlah halaman dipengaruhi oleh jumlah page dan jumlah post. Semakin banyak Anda posting artikel/ tulisan, jumlah halaman yang terindeks mesin pencari semakin banyak. Usahakan halaman Anda bisa terindek oleh yahoo.com dan bing.com.

2. Jumlah link eksternal (backlink)  ke blog

  • Link yang dihitung adalah link yang berasal dari web/ blog di luar domain umy.ac.id. Data jumlah link masing-masing blog diperoleh dari http://www.yahoo.com
  • Jumlah link dilihat dari inlinks dengan show inlinks “except from this domain” to “entire site”
Contoh:

Jumlah link yang diperoleh dibagi dengan jumlah link terbanyak diantara blog peserta menjadi nilai jumlah link (L).

3. Posisi blog di halaman hasil pencarian Google

  • Penilaian akan dilakukan dengan kata kunci “Universitas Terbaik” klik disini untuk melihat penjelasan tentang keyword
  • Blog yang berada di posisi pertama diberi nilai 100, blog yang berada di posisi kedua diberi nilai 99, dan seterusnya  setiap penurunan posisi blog di halam pencarian  google akan dikurangi 1 poin. Blog dengan peringkat di atas 100 diberi nilai 0. Nilai yang diperoleh tersebut dibagi dengan 100 adalah nilai K.

Nilai Total

Ketiga komponen nilai di atas (H, L, dan K) digabungkan sesuai bobotnya menjadi nilai total dengan rumus sebagai berikut:

Nilai Total = ( 30% x H ) + ( 40% x L ) + ( 30% x K )

Selengkapnya...

Selasa, 02 September 2014

Memberdayakan Usaha Kecil

AM Fatwa
Anggota DPD Provinsi DKI Jakarta

Saat ini sangat pesat dibangun pasar swalayan modern dengan berbagai nama. Sementara pasar tradisional belum menampakkan perkembangan yang berarti. Padahal, pasar tradisional menjadi tumpuan rakyat kecil dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Para pedagang di pasar tradisional kebanyakan berasal dari pedagang kecil dan menengah.

Pemberdayaan usaha kecil dan menengah yang notabene banyak berada di pasar tradisional sangat penting dalam rangka mengurangi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan mengatasi masalah pengangguran. Peningkatan keberdayaan dan kemandirian masyarakat perlu mendapat perhatian serius. Salah satunya adalah usaha kecil dan menengah (UKM) yang banyak melakukan kegiatannya di pasar tradisional.

Program peningkatan pertumbuhan ekonomi itu penting. Tetapi, yang tak kalah penting juga adalah mengatasi kemiskinan dan kesenjangan kaya-miskin. Fakta menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi saja tidak otomatis akan menghilangkan kemiskinan dan kesenjangan sosial yang masih menjadi problem besar bagi pemerintah dan bangsa Indonesia umumnya.

Pemerintah harus konsisten pada penguatan potensi UKM dengan menfasilitasi, menyubsidi, melindungi, dan membimbing atau membinanya. Pengalaman menunjukkan bahwa UKM justru tidak mengalami dampak yang besar ketika krisis moneter melanda Tanah Air tahun 1998. Bahkan ada yang mengatakan, UKM merupakan "penyelamat" perekonomian nasional pada masa krisis lalu, sementara banyak usaha berskala besar justru mengalami kemunduran yang dahsyat atau gulung tikar.

Dalam konteks tersebut, kondisi Jakarta sangat memerlukan perhatian akan keberadaan pasar tradisional karena secara kuantitatif UKM berada di pasar tersebut. Ironisnya, di Jakarta dan sekitarnya justru gencar dibangun usaha-usaha modem yang besar, yang kadang dilakukan dengan menggusur, mengebiri, meminggirkan, bahkan berakibat matinya UKM.

Penataan ruang atau kawasan di suatu daerah memang perlu dan penting, tetapi harus dilakukan secara elegan dengan solusi yang baik, sehingga tidak merugikan, melemahkan, dan mematikan usaha rakyat kecil yang banyak beroperasi di pasar-pasar tradisional. Dengan kata lain, UKM-UKM harus dibantu dan diberdayakan seoptimal mungkin. Dalam kaitan itu, perlu diingat bahwa keberpihakan pada pengusaha ekonomi lemah merupakan amanat TAP MPR, bahkan konstitusi sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 33 UUD 1945.

Ketetapan MPR RI Nomor I/MPR/2003 menyatakan bahwa TAP MPR Nomor XV1/MPR/1998 tentang Politik Ekonomi dalam rangka Demokrasi Ekonomi (Pasal 2) menyatakan, "Pemerintah berkewajiban mendorong keberpihakan politik ekonomi yang lebih memberikan kesempatan, dukungan, dan pengembangan ekonomi usaha kecil, menengah, dan koperasi sebagai pilar ekonomi dalam membangkitkan terlaksananya pembangunan nasional dalam rangka demokrasi ekonomi sesuai dengan hakikat Pasal 33 UUD 1945."

Dalam Pasal 4 TAP MPR itu juga dinyatakan bahwa pengusaha ekonomi lemah diberi prioritas dan dibantu dalam mengembangkan usaha serta segala kepentingannya, agar dapat mandiri.

Pasal 5 pun mengatakan, usaha kecil dan menengah dan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional harus memperoleh kesempatan utama, dukungan, perlindungan, dan pengembangan seluas-luasnya sebagai wujud keberpihakan yang tegas kepada kelompok usaha ekonomi rakyat.

Prinsip dasar demokrasi ekonomi lebih mengutamakan kepentingan rakyat banyak untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 UUD 1945. Kita ingatkan, usaha kecil, menengah, dan koperasi harus diperkuat dan diperbesar jumlahnya serta-perlu dibantu keterkaitan dan kemitraan yang saling menguntungkan. [bataviase.co.id]
Selengkapnya...